KEMANTREN UMBULHARJO GELAR PERINGATAN 11 TAHUN KEISTIMEWAAN DIY MELALUI LIVING MUSEUM, GELAR POTENSI SENI BUDAYA DAN UMKM

Umbulharjo - pada Rabu (30/08/2023), masyarakat DIY memperingati 11 tahun Keistimewaan Yogyakarta yang dianugerahkan oleh Pemerintah Indonesia lewat UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mengajak 14 kemantren di wilayahnya untuk turut serta berpartisipasi menampilkan potensi melalui perayaan ini. Salah satunya Kemantren Umbulharjo yang ikut menyelenggarakan Living Museum, Gelar Potensi Seni dan UMKM.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti pada FGD tingkat Kota bulan Mei lalu mengungkapkan tahun ini 14 kemantren se-Kota Yogyakarta mendapat anggaran Rp 100 juta dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan. Diperuntukan untuk menampilkan potensi terbaik dengan metode penggalian living museum bertajuk Babad Siti Kemantren.

Penyelenggaraan kegiatan Gelar Peringatan 11 Tahun Keistimewaan Yogyakarta menjadi kegiatan yang pertama kali dilakukan sepanjang sejarah. Kemantren Umbulharjo melaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu di tanggal 30 sampai 31 Agustus 2023 pada jam 15.00 – 21.00 WIB bertempat di XT Square. Acara di malam hari ada special performance dari King Gaseng dan Extravagongso yang merupakan penyanyi sekaligus band lokal dari Yogyakarta. 

Acara dibuka oleh Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya bersama Mantri Pamong Praja Umbulharjo lalu kunjungan ke living museum yang menampilkan pameran sejarah Kemantren Umbulharjo, kemudian dilanjutkan ke stan Gapoktan, bank sampah dan mencicipi kuliner khas Kelurahan se Kemantren Umbulharjo. 

Mantri Pamong Praja Umbulharjo mengatakan “Tujuan dari terselenggaranya acara ini selain memperingati Hari Keistimewaan bahwa dengan adanya living museum dapat mengeksplorasi potensi-potensi sejarah dan budaya lokal yang nantinya diharapkan menjadi icon monumental symbol keistimewaan dari Kemantren Umbulharjo”.